BEKASI – Guna menjaga kebugaran fisik dan menjaga imunitas di tengah padatnya aktivitas mengaji, Pondok Pesantren (PP) Rubath Huraidhoh menerapkan agenda wajib setiap pagi. Seluruh santri beserta jajaran dewan guru berkumpul di halaman utama pondok untuk melaksanakan kegiatan riyadhoh berupa senam pagi bersama. Kegiatan yang memadukan gerak fisik ini menjadi menu pembuka hari sebelum para santri masuk ke kelas untuk menuntut ilmu.
Tujuannya tidak lain adalah untuk menyegarkan pikiran (refreshing) setelah semalaman fokus menghafal dan mengaji. Gerakan-gerakan senam yang dinamis juga terbukti efektif menghilangkan rasa kantuk, meningkatkan fokus belajar, serta mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara santri dengan para guru yang ikut berbaur dalam barisan yang sama.
"Aktivitas santri dari subuh sampai malam itu lumayan padet, jadi fisik mereka harus tetap prima. para ulama mengatakan al-aqlu as-salim fil-jismis-salim, bahwa akal yang sehat itu terdapat pada jiwa dan tubuh yang sehat pula. Lewat senam pagi ini, kita ingin melatih disiplin sekaligus memastikan fisik mereka bugar agar lebih mudah menghafal Al-Qur'an dan kitab," ujar Ustadz Hadi, selaku koordinator Riyadhoh PP Rubath Huraidhoh saat ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu (17/06). "Alhamdulillah, kehadiran dewan guru yang ikut senam di halaman pondok juga menambah semangat anak-anak."
Melalui rutinitas riyadhoh yang konsisten ini, PP Rubath Huraidhoh berhasil membuktikan bahwa kehidupan pesantren tidak hanya fokus pada penguatan spiritual dan intelektual semata, tetapi juga sangat memperhatikan kesehatan jasmani. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, para santri diharapkan dapat menyerap seluruh pelajaran dan hafalan dengan jauh lebih optimal setiap harinya. red/abay